Senin, 09 Juli 2018

HAUL AKBAR HABIB AGIL BIN ACHMAD BIN MUHAMMAD SHAHAB (SESEPUH TAMBUN RENGAS)

Haul Al Habib Agil Bin Achmad Shahab di Isi Dzikir dan Tahlil
Jakarta, press3g.com- Seringkali kita melihat tetapi tidak mengetahui, bahwa ada makam-makam tua yang tidak terawat berada diwilayah kita. Dan ternyata setelah mendapat petunjuk informasi, ternyata keberadaan situs makam-makam keramat tersebut, konon ada juga makam seorang tokoh ulama besar yang di zamannya pernah memberi andil besar dalam menyiarkan agama islam. Contohnya, situs makam Al Habib Agil Bin Achmad Shahab Bin Syachabuddin yang berasal dari Aceh yang di makamkan di Tambun Rengas, Cakung, Jakarta-Timur.
“Pada zamannya, Beliau Al Habib Agil Bin Achmad Shahab terkenal dengan kegiatan siar agama islam dimana-mana, termasuk di Pulau Jawa. Dan ketika hijrah di Jakarta, tepatnya di Kampung Rengas sekitar tahun 1900-an, sembari berdagang, beliau kerap mengobati warga yang sakit yang datang meminta pertolongan. Bahkan beliau juga menikah dengan mantan pasien wanita buta yang datang meminta disembuhkan dari kebutaannya, dan atas ijin Allah SWT wanita tersebut akhirnya dapat melihat setelah dirawatnya. Dari hasil penikahan itu beliau dikaruniai dua orang anak” kata keturunan Al Habib Agil Bin Achmad Shahab Bin Syachabuddin, Selasa (2/5/2017).
Tuturnya, Masyarakat Kampung Rengas ini dahulunya mayoritas bekerja sebagai petani. Suatu ketika pernah terjadi musim kemarau panjang dan lahan sawah kekeringan dimana-mana. Maka para petani akhirnya meminta tolong kepada Al Habib Agil Bin Achmad Shahab, dan Alhamdulillah atas ijin Allah SWT hujan akhirnya turun juga dari langit melalui doa-doanya.
“Al Habib Agil Bin Achmad Shahab, beliau oleh warga Kampung Rengas diyakini mempunyai karomah tersendiri. Dan Istri kedua beliau, adalah warga pribumi setempat, Kampung Rengas, dari hasil pernikahan itu, beliau dikaruniai lima orang anak, dan saya termasuk cucunya, beliau meninggal pada tahun 1940 an,”
Kini dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Majelis Ta’klim Riyadhushsholihin juga akan mengadakan Haul Akbar Al Habib Agil Bin Achmad Shahab Bin Syachabuddin (Aceh) yang ke-74 tahun di Tambun Rengas, Cakung, Jakarta-Timur, pada hari Sabtu, tanggal 6 Mei 2017 Bada Sholat Isyah.
Acara akan di isi oleh penceramah, Alhabib Hamid Bin Abu Bakar Barawan, Alhabib Fahmi Bin Abdul Qadir Al-Athas, Alhabib Husen Bin Musthofa Al-Bahar (Wan Ting) dengan Qori, Ustad Fauzi Halim.
Menurut Ketua Panitia Acara, Afrizal, kalau sekarang, acara ini atas nama majelis taklim, tetapi kedepan, kita ingin acara ini dipegang oleh warga Kampung Rengas yang tujuannya, untuk membangunkan warga Kampung Rengas agar mereka tahu bahwa disini ada situs makam keramat seorang ulama besar.
“Yang tujuannya nanti, supaya mereka, para warga bisa berziarah atau berdoa, istilahnya salam hormat,” kata Afrizal.
Menurut Afrizal, Kegiatan religi ini akan diagendakan oleh Pemuda Jama’ah Majelis Dzikir Riyadhushsholihin secara rutin setiap tahunnya dalam rangka, meningkatkan ketaqwaan seluruh jama’ah majelis ta’klim dan dzikir Riyadhushsholihin kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah islamiyah dilingkungan kampung Tambun Rengas, Cakung dan sekitarnya.
“Kita akan mengikuti Dzikir dan Tahlil bersama serta mendengarkan Tausiyah dari para ulama kita pada hari Sabtu depan disini” imbuh Afrizal. (ri)

Jumat, 28 Juli 2017

PERBANYAKLAH SHOLAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW


قال رسول الله صلي الله عليه وسلم "إن في الجنة ثمره أكبر من التفاح ،، أصغر من الرمان ،، أحلى من العسل ،، أبيض من اللبن ..قالوا : لمن يا رسول الله .. قال : لمن سمع اسمي وصلى علـيْ
Rosul Saw bersabda;
Bahwasan-nya di syurga ada satu buah
lebih besar dari pada apel
lebih kecil dari pada delima
lebih manis dari pada madu
lebih putih dari pada susu
Shohabat bertanya;itu siapakah buah itu ya Rosul
Rosul Saw menjawab;
untuk seseorang yang ketika mendengar namaku dia bersholawat kepada diriku.

RASULULLAH shollallohu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang begitu perhatian dengan kita. Bahkan ketika ajal menjemput, di saat Beliau merasakan betapa sakitnya sekarat, bibir mulia beliau masih mengucapkan  “Umatku umatku...”. Dan puncaknya kelak di hari pembalasan, saat semua orang bahkan para Nabi sibuk mencari keselamatan untuk diri sendiri, di saat itulah hanya Nabi kita MUHAMMAD shollallohu ‘alaihi wasallam yang mampu dan siap memberikan pembelaan serta pertolongan untuk kita di hadapan ALLAH Subhaanahu wa ta’ala.

Mari perbanyak mengingat dan bershawalat kepada Beliau. Berusahalah untuk senantiasa mengikuti ajaran serta menghidupkan kembali Sunnah-sunnah beliau. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at Beliau baik di dunia dan terlebih kelak di akhirat.
Aamiin...

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Lebih baik diam Daripada Menjadi Teman Iblis

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika sedang bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangannya dengan Rasulullah.

Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum. Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.
Untuk ke tiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yg lebih menyakitkan dari sebelumnya. Selaku manusia biasa, akhirnya, dibalaslah makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Maka terjadilah ‘Perang Mulut’.

Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Beliau meninggalkan Abu Bakar ‘Tanpa Mengucapkan Salam’. Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung.

Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai di halaman rumahnya. Kemudian Abu Bakar berkata,

“Wahai Rasulullah, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yang sangat dalam.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku…”

Rasulullah menjawab,

“Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas. Aku bangga melihat engkau orang yg kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian. Dan aku tersenyum karena Ribuan Malaikat turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun untukmu, kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Begitu pun yg ke dua kalinya, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.
Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun, ketika ke ketiga kalinya ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Hadirlah iblis di sisimu.  Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu. Aku tidak ingin berdekatan dengan iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada iblis.”

Setelah itu menangislah Abu Bakar.

Sabar itu memang “sakit” dan “perih”. Namun Allah mengasihi dan selalu menyertai orang yg sabar.

Allah Ta’ala berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman. Minta tolonglah kepada Allah dengan ‘sabar’ dan ‘shalat’.
Sesungguhnya Allah itu selalu menyertai orang-orang yang “sabar”(QS. Al-Baqarah, [2]:153)

Bagi orang sabar maka pahala yang didapat adalah “tanpa batas”

Di pintu Surga Malaikat menyambut orang-orang yang sabar dengan mengucapkan

“SALAAMUN ‘ALAIKUM BIMAA SHABARTUM…”
(Semoga keselamatan selalu terlimpah untukmu karena kesabaranmu…)

HIDUP HANYA SESAAT, BERI MANFAAT, LALU WAFAT

Darimana dan hendak kemana tujuan hidup kita sesungguhnya?

Apa yang membuat kita buta untuk melihat bukti-bukti keAgungan Allah?

Apa yang membuat kita tuli  sehingga sulit untuk mendengarkan nasehat-nasehat agama?

Apapula yang membuat hati ini kian keras, sehingga susah sekali untuk mengamalkan apa yang pernah kita pelajari?

Simaklah nasehat ini sebagai renungan kalbu, bahwa:

⁠⁠⁠⁠⁠النفس تبكي على الدنيا وقد علمت
        أن السلامة فيها ترك ما فيها
لا دار للمرء بعد الموت يسكنها
        إلا التي كان قبل الموت بانيها
فإن بناها بخير طاب مسكنها
        وإن بناها بشر خاب بانيها

Jiwa menangis karena kehilangan dunia
Padahal dia tahu
Bahwa keselamatan di dunia itu
Dengan cara meninggalkan dunia

Tak ada rumah untuk seseorang
Yang ia tinggali setelah mati
Kecuali rumah yang telah dia bangun
Sebelum dia mati

Jika dia bangun dengan kebaikan (sebelum mati)
Maka tempat tinggalnya juga baik (setelah mati)
Jika dia bangun dengan keburukan (sebelum mati)
Maka si pembangun akan merugi (setelah mati)

SLUKU-SLUKU BATHOK


_Sluku-Sluku Bathok_ _Bathoke Ela Elo_
_Si Rama Menyang Solo_
_Oleh-Olehe Payung Mutho_
_Mak Jenthit Lolo Lo Bah_
_Yen Mati Ora Obah_
_Yen Obah Medeni Bocah_
_Yen Urip Goleko Duwit_

*_Sluku-Sluku Bathok_*
_Artinya:_ Hidup Tidak Boleh Dihabiskan Hanya Untuk Bekerja, Waktunya Istirahat Ya Istirahat, Untuk Menjaga Jiwa Dan Raga Agar Selalu Dalam Kondisi Yang Seimbang, Bathok Atau Kepala Kita Perlu Beristirahat Untuk Memaksimalkan Kemampuanya.

*_Bathoke Ela Elo_*
_Artinya:_ Dengan Berdzikir (ela elo= Laa ilaaha ilalloh) Mengingat Allah, Syaraf Neuron Di Otak Akan Mengendur, Ingatlah Allah, Dengan Mengingat-Nya Hati Menjadi Tentram.

*_Si Rama Menyang Solo_*
_Artinya:_
Siram (Mandilah, Bersucilah) Menyang (Menuju) Solo (Sholat) Lalu Bersuci Dan Dirikan Sholat.

*_Oleh-Olehe Payung Mutho_*
_Artinya:_ Maka Kita Akan Mendapatkan Perlindungan (Payung) Dari Allah, Tuhan Kita,

*_Mak Jenthit Lolo lo Bah_*
_Artinya:_ Kematian itu Datangnya Tiba-Tiba, Tak Ada Yang Tahu, Tak Dapat Diprediksi Dan Tak Juga Dikira-Kira, Tak Bisa Dimajukan Dan Tak Bisa Pula DiMundurkan,

*_Wong Mati Ora Obah_*
_Artinya:_ Saat Kematian Datang, Semua Sudah Terlambat, Kesempatan Beramal Hilang.

*_Yen Obah Medeni Bocah_*
_Artinya:_ Banyak Jiwa Yang Rindu Untuk Kembali Pada Allah Ingin Minta Dihidupkan, Tapi Allah Tak Mengijinkan, Jika Mayat Hidup Lagi Maka Bentuknya Pasti Menakutkan Dan Mudhorotnya Lebih Besar.

*_Yen Urip Goleko Dhuwit_*
_Artinya:_ Kesempatan Beramal Untuk Beramal Hanya ada Di Saat Sekarang (Selagi Mampu Dan Ada Waktu) Bukan Dinanti (Ketidak Mampuan Dan Hilangnya Kesempatan) Tempat Beramal Hanya Disini (Dunia) Bukan Disana (Akherat) Disana Bukan Tempat Beramal (Bercocok Tanam) Tapi Tempat Berhasil (Panen Raya)

_Subhanalloh, Dalam Banget Arti Dan Makna Tembang "Sluku-Sluku Bathok" Karya Kanjeng Sunan KaliJaga, Semoga Kita Semua Di Beri Keselamatan Dunia Dan Akhirat Aamin..._

SAYURAN OBAT KANKER

INSTITUT PENCEGAHAN KANKER MENGUMUMKAN RANKING SAYURAN ANTI KANKER :

01: JENGKOL 99.8%
02: UBI JALAR DIMASAK 98.7%
03: UBI JALAR MENTAH. 94.4%
04: ASPARAGUS. 93.9 %
05: BROCCOLI, 92.8%
06: KUBIS/CABBAGE. 91.4%
07: KEMBANG KOL. 90.8%
08: SELEDRI. 83.7%
09: TERONG. 74.0%
10: PAPRICA. 55.5%
11: WORTEL. 46.5%
12: GOLDEN CAULIFLOWER/KMBG KOL 37.6%
13: CAPSELLA/SHEPHERD'S PURSE 35,4%
14: KOL/KOHLRABI. 34.7%
15: MUSTARD. 32.9%
16: BRASSICA JUNCEA. 29.8%
17: TOMAT. 23.8%

TIPS UTAMA :

* SEMUA KENTANG MENGANDUNG KOLAGEN, TERUTAMA UBI JALAR KUNING DAN JENGKOL PALING BANYAK.

* SEDANGKAN BAHAN ANTIKANKER PALING BANYAK ADALAH :
* JENGKOL
* UBI JALAR UNGU DAN
* JUICE LEMON HANGAT TANPA GULA.

@ TEMUAN RESEP BARU  : BAGI YG BERPENYAKIT DIABETES SEMOGA GAK USAH SUSAH2 BEROBAT LAGI. CUKUP DG MEMBLENDER :
* 12 BATANG KACANG PANJANG DI CAMPUR
* 1 BUAH TOMAT MERAH.
MINUM DIHABISKAN LANGSUNG.
BIKIN 2X SEHARI. SILAKAN CEK KADAR GULANYA ESOK HARI,  DIJAMIN LANGSUNG TURUN KADAR GULANYA. SUDAH BANYAK YG MEMBUKTIKAN, MUJARAB TANPA PANTANGAN MAKAN LAGI. BANTU KIRIMKAN BERITA INI KE SEMUA KONTAK. BANTU MEREKA YG SAKIT DIABETES AGAR SEMBUH

Jagalah Kesehatan              
SEMOGA BERMANFAAT 🙂

MBAH MANGLI

MBAH MANGLI..... MAGELANG
ASSEIKH HASAN ASKARI

-KYAI YANG TIDAK BISA DI FOTO...
-DAN TIDAK PERNAH PAKAI PENGERAS SUARA ( SOUND & SPEAKER) SAAT CERAMAH DIDEPAN RATUSAN BAHKAN RIBUAN JAMAAH, TAPI ANEHNYA SEMUA JAMAAH BISA MENDENGAR SUARA BELIAU...
- TIDAK MENERIMA SALAM TEMPEL/ UANG BISYARAH CERAMAH
- Bisa mengisi pengajian di beberapa tempat sekaligus dalam waktu bersamaan. Ia bisa mengisi pengajian di Mangli, namun pada saat bersamaan juga mengaji di Semarang, Wonosobo, Jakarta, dan bahkan Sumatra.

Mbah mangli kaya Raya emasnya Banyak n berlian saat berkunjung bareng pas brsamaan Almaghfur lah yai mahrus ali lirboyo di acara Yai maksum ayah Bupati Gresik KH. ROBBAH MAKSUM beliau dawuh: Robbah, iki emas berlian akeh, akeh meneh ning mobilq delo'en dadi ojo khawatir, yen nulung Agamane Alloh mongko Bakal Ditulung Allah.., langsung Saja Pak Robbah lihat ke Mobil Yai Mangli, beliau Kaget Melihat Penuhnya Mobil dengan Emas berlian...

Pak Robbah Kaget: Subhanallah,,
Dari Jauh Mbah Mangli Dawuh "Bila Seorang Ulama Ikhlas Menyebarkan Agama Allah, Maka Apapun Yang Diinginkannya Pasti Dikabulkan langsung Oleh Allah..."

( Diceritakan Ke Kami Saat Di New Delhi India Tahun 2011 )

Dan Dibawah Ini Foto Beliau Saat Abuya Sayyid Maliki Diceritai Para tamu yang Berkunjung Ke Ndalem Beliau Di Roesyefa Mekkah, " Sayyid, Kyai Mangli Ini Tidak Bisa Di Foto" Langsung Sayyid Muhammad Memeluk Mbah Mangli Dan Teriak: Ayo Cepat Wali ini Difoto....
Ternyata Subhanallah Beliau Bisa Di foto Saat Dirangkul Abuya Sayyid...
Semua Ulama mekkah Tertawa Lihat Beliau..

Semoga Barokah Para Wali Allah mengalir Kepada Kita Amiinn....